
Pernahkah pawrents bertanya-tanya kenapa kucing di rumah terus mengeong meski mangkuk makannya masih penuh? Atau mengeong setiap kali pawrents baru pulang ke rumah? Sebagian pawrents mungkin menganggap suara “meong” adalah tanda kucing sedang lapar. Padahal kucing mengeong dapat memiliki arti yang berbeda tergantung pada situasi dan kebutuhan mereka.
Lalu, apa sebenarnya yang ingin disampaikan kucing ketika terus mengeong? Mari pahami beberapa penyebabnya.
Memahami arti kucing yang mengeong dapat membantu pawrents merespons kebutuhan kucingmu, apakah sikap mereka masih tergolong normal atau menandakan adanya masalah pada kondisi tubuhnya. Berikut beberapa alasan kucing mengeong:
- Kucing sedang berkomunikasi dengan pawrents
Salah satu alasan paling umum kucing mengeong adalah karena mereka sedang meminta sesuatu, seperti makanan, atau ingin mengajak bermain. Menariknya, menurut penelitian yang dilakukan Nicastro (2020) mengenai feline vocal communication, kucing domestik lebih sering menggunakan suara meong untuk berkomunikasi dengan manusia dibandingkan dengan sesama kucing. Ketika berinteraksi dengan sesama kucing, mereka lebih banyak mengandalkan bahasa tubuh, aroma, dan ekspresi dibandingkan dengan meong. Ketika kucingmu mengeong kepadamu, besar kemungkinan mereka memang sedang mencoba menyampaikan sesuatu.
- Menyambut atau mencari perhatian pawrents
Selain kucing mengeong untuk meminta sesuatu, kucing juga mengeong saat pawrents pulang ke rumah sebagai bentuk sapaan atau untuk mengajak berinteraksi. Sebagian kucing memiliki sifat yang lebih vokal. Ketika mereka mengeong dan mendapatkan respons dari pawrents, kucing jadi memahami bahwa mengeong bisa menjadi cara yang efektif untuk mendapatkan perhatian.
- Merasa tidak nyaman atau stress
Kucing mengeong juga dapat menandakan mereka sedang cemas, takut, atau tidak nyaman terhadap situasi di sekitarnya, misalnya ketika mereka berada di lingkungan baru, terpisah dari pemiliknya, atau mengalami situasi yang membuatnya stres. Pawrents relatif lebih mudah mengenali perubahan suara meong, apakah nada meongnya positif atau negatif. Artinya, perubahan nada meong bisa menjadi petunjuk bahwa kucing sedang mengalami emosi tertentu dan membutuhkan perhatian lebih.
- Memasuki masa birahi
Kucing yang belum disteril dapat menjadi jauh lebih vokal ketika memasuki masa birahi. Suara meong kucing birahi biasanya terdengar lebih panjang, lebih keras, dan berulang-ulang. Perubahan ini merupakan bagian dari perilaku reproduksi kucing yang normal bagi mereka.
- Ada perubahan pada kondisi tubuh kucing
Kucing yang biasanya diam dan berubah menjadi sangat vokal dapat menandakan terjadi perubahan pada kondisi tubuhnya. Ketika mengeong disertai dengan perubahan perilaku lain, seperti tidak mau makan, lemas dan lesu, muntah, atau bersembunyi terus-menerus, dapat menjadi tanda bahwa kucing sedang merasa tidak nyaman. Jika kondisi ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan oleh dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Kesimpulan
Kucing yang terus mengeong dapat menjadi salah satu cara utama mereka berkomunikasi dengan manusia. Suara kucing mengeong dapat menunjukkan berbagai kebutuhan, mulai dari meminta sesuatu, berinteraksi dengan pawrents, hingga mengungkapkan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, memahami konteks dan karakter masing-masing kucing menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar menebak hanya dari suaranya. Dengan begitu, pawrents dapat merespons kebutuhan kucing dengan lebih tepat dan membangun hubungan yang semakin erat dengan mereka.