Must Have

Rp2.800.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp3.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.900.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp839.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.790.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.590.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.660.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

View All

Blog News

White gray cat on couch. Woman stroking a cat. Fluffy cat.

Ungkapan bahwa kucing takut air pasti sudah tidak asing lagi didengar oleh pawrents. Tidak sedikit kucing yang langsung berusaha kabur, mengeong keras, atau bahkan mencakar saat sedang dimandikan. Namun, benarkah semua kucing takut air? Apa penyebab kucing berusaha kabur ketika dimandikan? 

Mari kita ketahui penjelasan di baliknya.

Tidak semua kucing takut air

Setiap kucing adalah makhluk yang memiliki pengalaman dan karakter yang berbeda. Ada kucing yang terbiasa dengan air sejak kecil, ada juga yang menghindari air sepanjang hidupnya. Beberapa kucing terlihat enggan bersentuhan dengan air, tetapi ada juga yang senang bermain dengan keran yang mengalir, mencelupkan kaki ke dalam air, bahkan berenang. Respons kucing terhadap air bisa berbeda tergantung pada pengaruh lingkungan, pengalaman, dan kebiasaan. Pada anak kucing, pengalaman terhadap hal-hal baru menjadi bagian penting dalam proses sosialisasi. Anak kucing direkomendasikan untuk diperkenalkan secara perlahan, lembut, dan positif terhadap berbagai stimulasi. Hal ini berarti respons kucing terhadap air dapat dipengaruhi oleh pengalaman yang mereka miliki terhadap air tersebut.

Kenapa sebagian kucing tidak nyaman dengan air?

Beberapa kucing yang takut atau tidak nyaman dengan air disebabkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:

  1. Air memberikan sensasi yang tidak familiar

Kucing adalah hewan yang sangat peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Kucing akan merasa lebih nyaman jika berada di lingkungan yang familiar, dapat diprediksi, dan memberi mereka kontrol terhadap interaksi yang terjadi. Ketika tubuh kucing terkena air, ia akan merasakan sensasi yang asing. Bukan berarti kucing takut air, melainkan situasi asing tersebut yang mungkin membuat kucing merasa tidak aman dan nyaman ketika terkena air. 

  1. Pengalaman buruk bisa membentuk rasa takut

Bayangkan ketika kucing pertama kali mengenal air, lalu ia langsung mengalami pengalaman yang membuatnya panik. Misalnya, tubuhnya tiba-tiba disiram air, suara air yang deras, atau ia merasa tertekan dan tidak bisa lari dari situasi tersebut. Pengalaman ini dapat membentuk respons kucing di kemudian hari. Pengalaman yang menakutkan pada masa awal dapat menimbulkan ketakutan yang bertahan lama. Oleh karena itu, sebaiknya pengalaman baru diperkenalkan secara bertahap dan positif. 

  1. Bulu yang basah terasa lebih berat

Alasan lain  yang mungkin membuat kucing tidak nyaman dengan air adalah perubahan pada bulunya. Bulu kucing dapat menyerap air sehingga bulunya terasa lebih berat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering. Kondisi ini membuat kucing kurang nyaman ketika bergerak.

  1. Aroma pada air

Kucing memiliki indra penciuman yang kuat, sehingga perubahan aroma dapat mengganggu sebagian kucing. Selain karena bau pada air, sabun dan sampo juga dapat membuat kucing tidak nyaman karena kucing mungkin tidak menyukai ketika aroma alami pada bulunya hilang setelah terkena air.

  1. Kucing suka memiliki kendali atas lingkungannya

Kucing merasa aman ketika mereka bisa menentukan kapan harus mendekat, menjauh, atau mengakhiri suatu interaksi. Maka, sebaiknya tidak langsung memaksakan interaksi dengan kucing, tetapi berikan kesempatan bagi kucing untuk mendekat dan berinteraksi sendiri, termasuk dengan tidak memaksakan kucing langsung terkena air untuk menghindari respons stress

Bagaimana membuat kucing merasa lebih nyaman dengan air?

Ketika kucingmu tidak nyaman dengan air, sebaiknya tidak langsung memaksa kucing untuk mandi. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat kucing merasa lebih nyaman dengan air:

  1. Kenalkan air secara bertahap

Hindari membasahi seluruh tubuh kucing secara langsung dan mendadak. Suara dan sensasi air yang mendadak dapat membuat kucing kaget. Biarkan kucing berada di dekat air dan basahi sedikit demi sedikit dengan cara yang tenang. 

  1. Gunakan air hangat

Hindari penggunaan air dingin atau terlalu panas karena dapat membuat kucing tidak nyaman. Gunakan air dengan suhu hangat dan hindari perubahan suhu yang tiba-tiba.

  1. Gunakan produk yang memang aman untuk kucing

Ketika menggunakan sampo, pilih produk yang diformulasikan khusus untuk kucing. Manusia dan hewan memiliki kulit yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda.

  1. Beri jeda sejenak

Perhatikan bahasa tubuh kucing. Jika kucing mulai menunjukkan tanda stres, jangan terus memaksakannya. Beri waktu sejenak untuk menenangkan diri. 

Kesimpulan: 

Tidak semua kucing takut terhadap air. Sebagian kucing mungkin menghindari air karena merasa tidak nyaman dengan sensasi baru, kehilangan kontrol, atau memiliki pengalaman negatif terhadap air. Setiap kucing memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda sehingga responsnya  juga berbeda. Jadi, jika kucingmu langsung berlari ketika melihat air, jangan buru-buru menganggap kucingmu penakut ya, pawrents.

Bagi pawrents yang memelihara kucing di rumah, pasti sudah tidak asing lagi dengan kebiasaan kucing yang suka menggaruk barang di rumah. Apalagi ketika kita baru membeli sofa atau kursi baru, tidak lama kemudian sudah muncul bekas cakaran kucing. Banyak pawrents yang mungkin menganggap kebiasaan ini sebagai perilaku nakal. Padahal, menggaruk atau scratching merupakan salah satu perilaku alami yang penting bagi kucing. 

Alih-alih mencoba menghentikannya, memahami alasan di balik perilaku ini dapat menjadi langkah bagi pawrents untuk menemukan solusi yang tepat. Lalu, kenapa kucing suka menggaruk barang di rumah? Mari kita ketahui alasan di baliknya.

Mengapa kucing suka menggaruk?

Menggaruk merupakan bagian dari perilaku normal yang dimiliki semua kucing, baik kucing indoor maupun outdoor. Menggaruk dilakukan kucing dengan berbagai alasan, seperti:

  1. Membantu merawat kuku

Ketika kucing menggaruk permukaan tertentu, lapisan luar kuku yang sudah tua akan terlepas sehingga kuku baru yang berada di bawahnya tetap dalam kondisi baik.

  1. Meregangkan otot dan tubuh

Pawrents pasti pernah melihat kucing menggaruk sambil meregangkan tubuhnya. Hal tersebut mereka lakukan untuk meregangkan otot bahu, kaki depan, punggung, hingga tulang belakang. Aktivitas ini banyak dilakukan setelah bangun tidur atau beristirahat cukup lama untuk membantu mereka menjaga kelenturan tubuh. 

  1. Menandai wilayah dengan aroma dan bekas cakaran

Selain meninggalkan bekas cakaran, telapak kaki kucing juga memiliki kelenjar yang menghasilkan aroma (pheromone). Ketika menggaruk, kucing meninggalkan dua jenis “pesan” sekaligus, yaitu bekas cakaran yang dapat dilihat dan aroma yang hanya dapat dikenali oleh kucing lain. Perilaku ini merupakan salah satu bentuk komunikasi alami kucing untuk menandai area yang mereka anggap bagian dari teritorinya.

  1. Membantu mengurangi stress

Menggaruk juga dapat menjadi salah satu cara kucing mengekspresikan emosi. Ketika mereka menghadapi perubahan lingkungan, kedatangan hewan baru, atau berada dalam situasi yang tidak nyaman, sebagian kucing sering melakukan scratching. Perilaku ini membantu kucing merasa lebih aman di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, apabila frekuensi menggaruk kucing tiba-tiba meningkat, pawrents juga perlu memperhatikan apakah ada perubahan yang sedang dialami kucing.

Kenapa barang di rumah jadi sasaran kucing?

Terkadang pawrents sudah menyediakan tempat khusus scratching, namun kucing masih tetap menggaruk barang di rumah, khususnya sofa. Hal itu terjadi karena permukaan sofa memiliki tekstur kain yang nyaman untuk dicakar. Selain itu, sofa biasanya menjadi tempat berkumpulnya anggota keluarga, sehingga menjadi lokasi yang strategis bagi kucing untuk meninggalkan tanda visual maupun aroma. Selain itu, tempat scratching yang terlalu pendek, kurang kokoh, atau diletakkan di sudut ruang yang memang jarang dilalui kucing membuat kucing kurang tertarik menggunakannya. 

Cara mengatasi kebiasaan kucing yang suka menggaruk

Karena menggaruk merupakan perilaku alami kucing, solusi terbaik yang bisa dilakukan bukan menghilangkan kebiasaan menggaruknya, tetapi mengarahkan kebiasaan tersebut agar dilakukan di tempat yang lebih sesuai. Beberapa hal yang bisa dilakukan pawrents, seperti:

  1. Menyediakan tempat khusus scratching atau cat tree yang kokoh. 
  2. Memilih tempat scracthing dengan tinggi yang dapat digunakan kucing untuk meregangkan tubuhnya
  3. Meletakan tempat scratching di area yang sering dilalui kucing
  4. Menghindari memberi hukuman fisik kepada kucing yang dapat membuatnya stress

Dengan pendekatan yang tepat, kebanyakan kucing dapat belajar mengalihkan kebiasaan menggaruknya ke tempat yang lebih sesuai. 

Kesimpulan: Menggaruk bukan kebiasaan buruk, melainkan kebutuhan alami

Menggaruk merupakan bagian penting dari kehidupan seekor kucing yang membuatnya merasa lebih nyaman. Daripada berusaha menghentikan kebiasaan kucing menggaruk, lebih baik menyediakan tempat menggaruk yang sesuai agar furnitur di rumah tetap terjaga dan kucing menjadi lebih bahagia.

Melihat kucing tidur sepanjang hari mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi pawrents. Ketika kucing baru bangun tidur untuk makan atau bermain, tidak lama kemudian mereka kembali tidur di cat tree, sofa, kasur, atau bahkan di dalam kardus favoritnya. Hal ini terkadang membuat kita berpikir apakah kucing memang tidur sebanyak itu? Atau sebenarnya kucing sedang mengalami masalah kesehatan?

Tidur dalam waktu yang lama merupakan hal yang normal bagi sebagian besar kucing. Namun, ada beberapa kondisi yang tetap perlu diwaspadai oleh pawrents. Yuk, kenali fakta menarik di balik kebiasaan kucing yang suka tidur.

Berapa lama kucing tidur dalam sehari?

Menurut referensi kedokteran hewan, kucing dewasa umumnya tidur sekitar 12-16 jam per hari. Sedangkan untuk anak kucing (kitten) atau kucing usia senior, mereka dapat tidur hingga 18–20 jam per hari. Lama waktu tidur kucing bisa berbeda-beda tergantung pada usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, dan lingkungannya. Namun, bukan berarti kucing tidur tanpa henti selama belasan jam. 

Kucing memiliki pola tidur yang berbeda dengan manusia, di mana mereka akan tidur dalam beberapa sesi pendek sepanjang hari. Pola tidur ini disebut polyphasic dengan ritme sirkadian. Jadi, ketika kucing terbangun dari tidurnya, mereka akan makan, bermain, membersihkan tubuh, atau mengamati lingkungannya dan kemudian akan kembali melanjutkan tidurnya. Karena itulah, kucing jadi terlihat seperti tidur terus, padahal sebenarnya kucing hanya memiliki waktu istirahat yang terbagi menjadi beberapa sesi dalam satu hari.

Kenapa kucing tidur lebih lama dibandingkan dengan manusia?

Kucing tidur lebih lama bukan berarti kucing malas. Sebagai predator, kucing berevolusi untuk menghemat energi. Kucing memiliki naluri sebagai hewan di alam liar yang membutuhkan tenaga besar untuk berburu mangsa. Walaupun sekarang banyak kucing peliharaan yang tidak lagi berburu untuk mendapatkan makanan, naluri tersebut masih mereka miliki. Oleh karena itu, setelah kucing bermain dengan sangat aktif selama beberapa menit, mereka biasanya akan kembali tidur.

Kucing lebih aktif saat fajar dan senja

Pernahkah pawrents merasa bahwa kucing sangat aktif ketika pagi-pagi sekali atau menjelang malam? Hal tersebut terjadi karena kucing termasuk hewan crepuscular, yaitu hewan yang secara alami lebih aktif saat fajar dan senja. Nenek moyang kucing gemar berburu pada waktu tersebut karena banyak hewan kecil seperti tikus dan burung yang sedang aktif, sehingga meningkatkan peluang mendapatkan mangsa. Selain itu, berburu pada jam tersebut juga membantu menghindari suhu yang lebih panas di siang hari. Oleh karena itu, banyak kucing yang masih melekat pada ritme biologis tersebut, bermain pada pagi atau sore hari dan menghabiskan sebagian besar waktu siang untuk beristirahat.

Kapan tidur berlebihan perlu diwaspadai?

Meskipun tidur lama pada kucing merupakan hal yang normal, perubahan pada kebiasaan tidur kucing juga perlu diwaspadai. Segera konsultasikan kucingmu ke dokter hewan apabila kucing yang biasanya aktif tiba-tiba:

  1. Kehilangan nafsu makan
  2. Tidur jauh lebih lama dari biasanya
  3. Tampak lemas dan tidak tertarik bermain
  4. Mengalami penurunan berat badan
  5. Menunjukkan perubahan perilaku lainnya

Perubahan pola tidur yang disertai gejala lain dapat mengindikasikan bahwa kucing tidak baik-baik saja. Segera bawa kucingmu ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kesimpulan: Kucing yang tidur lama belum tentu berarti kucing malas

Melihat kucing tidur sepanjang hari mungkin membuat banyak orang berpikir bahwa kucing malas. Padahal, tidur merupakan bagian alami dari kehidupan kucing untuk membantu mereka menghemat energi, menjaga kondisi tubuh, dan mendukung proses pemulihan. Selama kucing masih aktif bermain, memiliki nafsu makan, dan tidak menunjukkan perilaku yang mencolok, kebiasaan tidur panjang umumnya masih tergolong normal. Yang terpenting, pahami pola tidur normal kucing untuk memudahkanmu memastikan kesehatan kucing jika suatu hari terjadi perubahan pada perilakunya.

View All