Must Have

Rp2.800.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp3.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.900.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp839.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.790.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.590.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.660.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

View All

Blog News

Pawrents mungkin sering mendengar ungkapan “kucing punya sembilan nyawa”. Kucing memang memiliki kemampuan yang luar biasa, terutama karena mereka lincah, dapat melompat tinggi, dan sering kali mendarat dengan posisi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Namun, apakah kucing benar-benar memiliki sembilan nyawa?

Tentu saja tidak. Kucing, sama seperti makhluk hidup lainnya, hanya memiliki satu kehidupan. Namun, tubuh kucing memiliki sejumlah kemampuan fisik dan motorik yang tidak dimiliki oleh hewan lainnya. Kemampuan tubuh kucing inilah yang mungkin membuat ungkapan “kucing punya sembilan nyawa” menjadi populer.

Lantas, apa saja kemampuan kucing yang mungkin belum pawrents ketahui?

Kemampuan apa yang dimiliki oleh kucing?

Kucing memiliki beberapa kemampuan, seperti mengatur posisi tubuh ketika jatuh, pendengaran yang sangat sensitif, hingga struktur mata yang membantu mereka melihat dalam kondisi cahaya rendah. Hal ini membantu mereka untuk bereaksi dengan sigap ketika ada bahaya yang mendatanginya.

  1. Kucing memiliki kemampuan membalikkan tubuh saat jatuh

Pernah melihat kucing jatuh dan ia langsung berhasil mendarat dengan kakinya? Kemampuan ini disebut righting reflex, di mana kucing memiliki kemampuan untuk menyesuaikan tubuhnya ketika di udara. Refleks ini membantu tubuh berputar sehingga posisi kaki mengarah ke bawah ketika mereka jatuh. Namun, perlu diketahui bahwa bukan berarti kucing akan selalu aman ketika jatuh. Kucing tetap dapat mengalami cedera atau trauma lainnya ketika terjatuh. Jadi righting reflex sebaiknya dipahami sebagai kemampuan tubuh kucing untuk mengatur posisi, bukan sebagai jaminan keselamatan.

  1. Pendengaran kucing bisa mendeteksi suara yang tidak kita dengar

Pawrents pernah melihat kucing tiba-tiba menoleh ke arah tertentu, padahal pawrents tidak mendengar apa-apa? Hal itu bisa terjadi karena kucing mendengar suara yang mungkin tidak terdengar oleh kita. Menurut penelitian yang dilakukan Heffner (1985), kucing memiliki rentang pendengaran yang sangat luas, yaitu sekitar 48 Hz hingga 85 kHz pada tingkat intensitas 70 dB SPL, di mana rentang ini jauh lebih luas dibandingkan dengan pendengaran manusia. Hal itu membuat kucing lebih sensitif terhadap berbagai frekuensi suara sehingga memudahkan mereka sebagai predator untuk mengenali suara di sekitarnya. Tidak heran jika telinga kucing sering terlihat bergerak dan berubah arah karena mereka mengarahkan telinganya untuk membantu menangkap suara di sekitarnya.  

https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/0378595585901005?utm
  1. Mata kucing dapat melihat dalam cahaya rendah

Pawrents pernah melihat mata kucing yang berkilau ketika terkena cahaya pada malam hari? Hal tersebut berkaitan dengan salah satu struktur pada mata kucing, yaitu tapetum lucidum yang merupakan lapisan reflektif yang berada di antara retina dan choroid. Struktur ini berfungsi sebagai permukaan reflektif pada mata kucing dan menghasilkan kilauan mata yang dikenal sebagai eye-shine. Hal itulah yang membuat mata kucing berkilau ketika terkena cahaya, namun bukan berarti kucing dapat melihat dalam kegelapan total, ya, pawrents.

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2224636/?utm
  1. Kumis kucing adalah alat sensorik

Bagi pawrents, kumis kucing mungkin terlihat menggemaskan pada wajah kucing. Namun, tahukah pawrents? Kumis atau whiskers kucing, yang secara ilmiah disebut vibrissae, merupakan rambut sensorik khusus yang memiliki berbagai mechanoreceptor. Ketika kumis mengalami pergerakan atau kontak dengan lingkungan, struktur ini membantu kucing memperoleh informasi sensorik mengenai kondisi di sekitarnya, sehingga kumis banyak membantu kucing ketika menghadapi lingkungan dengan banyak rintangan atau dalam kondisi cahaya rendah. Kucing tanpa kumis sering kali menabrak objek dibandingkan dengan kucing dengan kumis utuh.

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8512044/?utm
  1. Tubuh kucing dirancang untuk bergerak lincah

Selain kemampuan sensorik, kucing juga memiliki koordinasi tubuh yang sangat baik, sehingga selain pandai melompat, kucing punya koordinasi dan keseimbangan yang sangat baik. Oleh karena itu, kucing tetap lincah, seimbang, dan mampu bergerak dengan terkoordinasi meski dalam pergerakan yang cepat.

Kesimpulan: Kucing tidak punya 9 nyawa, tetapi tubuhnya luar biasa.

Jadi, benarkah kucing punya 9 nyawa? Setelah mengetahui berbagai kemampuan yang dimiliki kucing, tidak heran bahwa kucing sering disebut memiliki “sembilan nyawa”. Kemampuan yang mereka miliki, seperti mengatur posisi tubuh, pendengaran yang sangat sensitif, kemampuan melihat dalam cahaya rendah, dan sistem sensorik, membantu kucing lebih sigap dan memahami lingkungannya. Jadi, kucing tidak memiliki 9 nyawa, namun kucing memiliki kemampuan tubuh yang luar biasa. 

Perlu diperhatikan bahwa kucing tetap dapat mengalami cedera, sakit, atau kondisi yang membahayakan kehidupannya. Jadi, tetap berikan perlindungan seperti lingkungan yang aman dan nyaman agar kucing dapat beraktivitas tanpa menghadapi risiko yang tidak perlu. 

Membawa kucing untuk pertama kalinya ke rumah tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan dan mungkin sedikit membingungkan jika baru pertama kali mengadopsi kucing. Memelihara kucing bukan hanya sekadar menyiapkan makanan, litter box, dan tempat tidur. Bagi si kucing, pindah ke rumah baru berarti memasuki lingkungan yang benar-benar berbeda. Tidak semua kucing bisa langsung merasa nyaman begitu sampai di rumah barunya. Aroma yang asing, suara yang belum dikenal, dan kehadiran manusia baru di sekitarnya membuat kucing memerlukan waktu untuk merasa nyaman dan aman.

Salah satu panduan yang cukup populer untuk membantu pawrents memahami proses adaptasi kucing adalah 3-3-3 rule. Namun, apa sebenarnya 3-3-3 rule dan apakah semua kucing benar-benar  membutuhkan waktu yang sama untuk beradaptasi? Mari kita pahami lebih lanjut.

Apa itu 3-3-3 rule pada kucing?

3-3-3 rule merupakan panduan populer yang menggambarkan tahapan umum yang mungkin dilalui kucing ketika berada di lingkungan baru. Secara sederhana, konsep ini membagi masa adaptasi kucing dalam 3 tahap:

  1. 3 hari pertama

Kucing mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mereka mungkin lebih suka bersembunyi di balik sofa, di bawah tempat tidur, atau di sudut ruangan yang lebih tenang. Sebagian kucing mungkin belum menunjukkan kepribadian mereka yang sebenarnya.

  1. 3 minggu pertama

Kucing mulai mengenali rutinitas dan lingkungan. Kucing memiliki gambaran tentang lingkungan barunya. Ia mulai mengetahui suara pintu dibuka, suara langkah kaki pawrents, jam makan, lokasi litter box, hingga tempat ternyaman untuk tidur. Di sinilah rutinitas mulai memainkan peran penting karena kucing akan merasa nyaman ketika lingkungannya dapat diprediksi. Oleh karena itu, pawrents bisa membuat rutinitas yang relatif konsisten.

  1. 3 bulan

Kucing mulai merasa lebih aman dan menunjukkan kepribadiannya dengan lebih jelas. Setelah beberapa bulan, kucing biasanya sudah memiliki lebih banyak pengalaman positif dengan lingkungan barunya. Ia sudah mengenali rutinitas rumah, mengetahui tempat favoritnya, dan memahami siapa saja yang tinggal bersamanya. Pada tahap ini, kucing mungkin sudah menganggap rumah itu sebagai wilayahnya. 

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua kucing beradaptasi dalam jangka waktu yang sama. Ada kucing yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk beradaptasi dan itu adalah hal yang normal. 

Bagaimana jika kucing belum beradaptasi setelah 3 bulan?

Hal ini mungkin menjadi salah satu kekhawatiran pawrents. Kenapa sudah seminggu kucing masih bersembunyi, atau kenapa kucing belum mau digendong? Daripada melihat kalender, lebih baik kita melihat progresnya. 

Pada hari pertama kucing, mereka hanya bersembunyi. Beberapa hari kemudian, mereka mulai keluar saat rumah sepi. Minggu berikutnya lagi, kucing mulai makan ketika pawrents berada di ruangan. Setelah itu, mereka mulai duduk lebih dekat. Perubahan kecil ini menunjukkan bahwa kucing sedang membangun rasa aman. Adaptasi bukan tentang seberapa cepat kucing menjadi dekat dengan kita, tetapi seberapa aman kucing bisa merasa berada di lingkungan barunya. 

Hindari memaksa kucing untuk cepat akrab. Walaupun pawrents merasa gemas dan ingin segera membangun bonding dengan mereka, jangan memaksa untuk memeluk, mengajak bermain secara agresif, ataupun langsung menggendong. 

Apa yang sebaiknya dihindari jika baru mengadopsi kucing?

Membantu kucing beradaptasi bukan berarti memaksa mereka beradaptasi dengan rumah baru secepat mungkin. Beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh pawrents adalah:

  1. Jangan memaksa kucing berinteraksi

Jika kucing sedang bersembunyi dan memerlukan waktu sendiri, jangan langsung menariknya keluar hanya agar mau bermain atau digendong.

  1. Jangan mengubah semuanya sekaligus

Terlalu banyak perubahan dalam waktu bersamaan dapat membuat lingkungan terasa semakin tidak familiar. Sebaiknya buat rutinitas yang sederhana dan konsisten.

  1. Jangan menghukum kucing

Jika kucing melakukan kesalahan selama proses adaptasi, hindari memukul, membentak, atau menakut-nakutinya. Respons negatif dapat membuat kucing semakin takut terhadap lingkungan maupun pawrents.

  1. Jangan membandingkan dengan kucing lain

Setiap kucing mempunyai karakter dan cerita yang berbeda. Ada yang baru datang sudah berkeliling rumah, dan ada juga yang membutuhkan waktu berminggu-minggu sebelum berani keluar dari tempat persembunyian. Semua ini normal, jadi hindari memberikan kasih sayang yang berbeda pada setiap kucing di rumah.

Bagaimana membantu kucing agar mereka bisa beradaptasi?

Selain memberikan waktu, lingkungan juga dapat membantu proses adaptasi. Pawrents bisa membantu proses adaptasi dengan:

  1. Menyediakan tempat bersembunyi

Kucing membutuhkan tempat untuk menarik diri ketika ingin merasa aman. Penggunaan rumah kucing atau cat tree tertutup dapat menjadi pilihan untuk mereka. 

  1. Berikan ruang vertikal

Kucing senang berada di tempat yang lebih tinggi untuk mengamati lingkungan. Cat tree vertikal dapat menjadi salah satu pilihan untuk memberikan ruang eksplorasi bagi mereka.

  1. Letakkan litter box di tempat yang tenang

Pastikan litter box mudah diakses dan tidak berasa di area yang terlalu ramai.

  1. Jangan lupakan waktu bermain

Ketika kucing mulai merasa nyaman, sediakan waktu bermain dengan mereka untuk memberikan stimulasi sekaligus membangun bonding.

  1. Ciptakan rutinitas yang relatif konsisten

Kucing tidak merasa nyaman jika berada di lingkungan yang sulit mereka prediksi. Buat rutinitas sederhana dan konsisten untuk mereka agar membantu proses adaptasi mereka.

Kesimpulan: Berikan waktu, bukan tekanan untuk kucing

Membawa kucing baru ke rumah berarti memberikan mereka kesempatan untuk mengenal dunia yang baru. 3-3-3 rule dapat menjadi panduan sederhana bagi pawrents untuk memahami perjalanan tersebut. Namun, jangan jadikan panduan ini sebagai batas waktu yang wajib dicapai oleh kucing. 

Yang paling penting adalah menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan konsisten untuk mereka beradaptasi dengan caranya dan kecepatannya sendiri. Bagi kucing, rumah bukan hanya tempat untuk tinggal, melainkan tempat di mana akhirnya mereka merasa aman untuk menjadi diri mereka sendiri. 

White gray cat on couch. Woman stroking a cat. Fluffy cat.

Ungkapan bahwa kucing takut air pasti sudah tidak asing lagi didengar oleh pawrents. Tidak sedikit kucing yang langsung berusaha kabur, mengeong keras, atau bahkan mencakar saat sedang dimandikan. Namun, benarkah semua kucing takut air? Apa penyebab kucing berusaha kabur ketika dimandikan? 

Mari kita ketahui penjelasan di baliknya.

Tidak semua kucing takut air

Setiap kucing adalah makhluk yang memiliki pengalaman dan karakter yang berbeda. Ada kucing yang terbiasa dengan air sejak kecil, ada juga yang menghindari air sepanjang hidupnya. Beberapa kucing terlihat enggan bersentuhan dengan air, tetapi ada juga yang senang bermain dengan keran yang mengalir, mencelupkan kaki ke dalam air, bahkan berenang. Respons kucing terhadap air bisa berbeda tergantung pada pengaruh lingkungan, pengalaman, dan kebiasaan. Pada anak kucing, pengalaman terhadap hal-hal baru menjadi bagian penting dalam proses sosialisasi. Anak kucing direkomendasikan untuk diperkenalkan secara perlahan, lembut, dan positif terhadap berbagai stimulasi. Hal ini berarti respons kucing terhadap air dapat dipengaruhi oleh pengalaman yang mereka miliki terhadap air tersebut.

Kenapa sebagian kucing tidak nyaman dengan air?

Beberapa kucing yang takut atau tidak nyaman dengan air disebabkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:

  1. Air memberikan sensasi yang tidak familiar

Kucing adalah hewan yang sangat peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Kucing akan merasa lebih nyaman jika berada di lingkungan yang familiar, dapat diprediksi, dan memberi mereka kontrol terhadap interaksi yang terjadi. Ketika tubuh kucing terkena air, ia akan merasakan sensasi yang asing. Bukan berarti kucing takut air, melainkan situasi asing tersebut yang mungkin membuat kucing merasa tidak aman dan nyaman ketika terkena air. 

  1. Pengalaman buruk bisa membentuk rasa takut

Bayangkan ketika kucing pertama kali mengenal air, lalu ia langsung mengalami pengalaman yang membuatnya panik. Misalnya, tubuhnya tiba-tiba disiram air, suara air yang deras, atau ia merasa tertekan dan tidak bisa lari dari situasi tersebut. Pengalaman ini dapat membentuk respons kucing di kemudian hari. Pengalaman yang menakutkan pada masa awal dapat menimbulkan ketakutan yang bertahan lama. Oleh karena itu, sebaiknya pengalaman baru diperkenalkan secara bertahap dan positif. 

  1. Bulu yang basah terasa lebih berat

Alasan lain  yang mungkin membuat kucing tidak nyaman dengan air adalah perubahan pada bulunya. Bulu kucing dapat menyerap air sehingga bulunya terasa lebih berat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering. Kondisi ini membuat kucing kurang nyaman ketika bergerak.

  1. Aroma pada air

Kucing memiliki indra penciuman yang kuat, sehingga perubahan aroma dapat mengganggu sebagian kucing. Selain karena bau pada air, sabun dan sampo juga dapat membuat kucing tidak nyaman karena kucing mungkin tidak menyukai ketika aroma alami pada bulunya hilang setelah terkena air.

  1. Kucing suka memiliki kendali atas lingkungannya

Kucing merasa aman ketika mereka bisa menentukan kapan harus mendekat, menjauh, atau mengakhiri suatu interaksi. Maka, sebaiknya tidak langsung memaksakan interaksi dengan kucing, tetapi berikan kesempatan bagi kucing untuk mendekat dan berinteraksi sendiri, termasuk dengan tidak memaksakan kucing langsung terkena air untuk menghindari respons stress

Bagaimana membuat kucing merasa lebih nyaman dengan air?

Ketika kucingmu tidak nyaman dengan air, sebaiknya tidak langsung memaksa kucing untuk mandi. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat kucing merasa lebih nyaman dengan air:

  1. Kenalkan air secara bertahap

Hindari membasahi seluruh tubuh kucing secara langsung dan mendadak. Suara dan sensasi air yang mendadak dapat membuat kucing kaget. Biarkan kucing berada di dekat air dan basahi sedikit demi sedikit dengan cara yang tenang. 

  1. Gunakan air hangat

Hindari penggunaan air dingin atau terlalu panas karena dapat membuat kucing tidak nyaman. Gunakan air dengan suhu hangat dan hindari perubahan suhu yang tiba-tiba.

  1. Gunakan produk yang memang aman untuk kucing

Ketika menggunakan sampo, pilih produk yang diformulasikan khusus untuk kucing. Manusia dan hewan memiliki kulit yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda.

  1. Beri jeda sejenak

Perhatikan bahasa tubuh kucing. Jika kucing mulai menunjukkan tanda stres, jangan terus memaksakannya. Beri waktu sejenak untuk menenangkan diri. 

Kesimpulan: 

Tidak semua kucing takut terhadap air. Sebagian kucing mungkin menghindari air karena merasa tidak nyaman dengan sensasi baru, kehilangan kontrol, atau memiliki pengalaman negatif terhadap air. Setiap kucing memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda sehingga responsnya  juga berbeda. Jadi, jika kucingmu langsung berlari ketika melihat air, jangan buru-buru menganggap kucingmu penakut ya, pawrents.

View All