Must Have

Rp2.800.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp3.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.900.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp839.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.790.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.590.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.660.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

View All

Blog News

Bagi pawrents yang memelihara kucing di rumah, pasti sudah tidak asing lagi dengan kebiasaan kucing yang suka menggaruk barang di rumah. Apalagi ketika kita baru membeli sofa atau kursi baru, tidak lama kemudian sudah muncul bekas cakaran kucing. Banyak pawrents yang mungkin menganggap kebiasaan ini sebagai perilaku nakal. Padahal, menggaruk atau scratching merupakan salah satu perilaku alami yang penting bagi kucing. 

Alih-alih mencoba menghentikannya, memahami alasan di balik perilaku ini dapat menjadi langkah bagi pawrents untuk menemukan solusi yang tepat. Lalu, kenapa kucing suka menggaruk barang di rumah? Mari kita ketahui alasan di baliknya.

Mengapa kucing suka menggaruk?

Menggaruk merupakan bagian dari perilaku normal yang dimiliki semua kucing, baik kucing indoor maupun outdoor. Menggaruk dilakukan kucing dengan berbagai alasan, seperti:

  1. Membantu merawat kuku

Ketika kucing menggaruk permukaan tertentu, lapisan luar kuku yang sudah tua akan terlepas sehingga kuku baru yang berada di bawahnya tetap dalam kondisi baik.

  1. Meregangkan otot dan tubuh

Pawrents pasti pernah melihat kucing menggaruk sambil meregangkan tubuhnya. Hal tersebut mereka lakukan untuk meregangkan otot bahu, kaki depan, punggung, hingga tulang belakang. Aktivitas ini banyak dilakukan setelah bangun tidur atau beristirahat cukup lama untuk membantu mereka menjaga kelenturan tubuh. 

  1. Menandai wilayah dengan aroma dan bekas cakaran

Selain meninggalkan bekas cakaran, telapak kaki kucing juga memiliki kelenjar yang menghasilkan aroma (pheromone). Ketika menggaruk, kucing meninggalkan dua jenis “pesan” sekaligus, yaitu bekas cakaran yang dapat dilihat dan aroma yang hanya dapat dikenali oleh kucing lain. Perilaku ini merupakan salah satu bentuk komunikasi alami kucing untuk menandai area yang mereka anggap bagian dari teritorinya.

  1. Membantu mengurangi stress

Menggaruk juga dapat menjadi salah satu cara kucing mengekspresikan emosi. Ketika mereka menghadapi perubahan lingkungan, kedatangan hewan baru, atau berada dalam situasi yang tidak nyaman, sebagian kucing sering melakukan scratching. Perilaku ini membantu kucing merasa lebih aman di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, apabila frekuensi menggaruk kucing tiba-tiba meningkat, pawrents juga perlu memperhatikan apakah ada perubahan yang sedang dialami kucing.

Kenapa barang di rumah jadi sasaran kucing?

Terkadang pawrents sudah menyediakan tempat khusus scratching, namun kucing masih tetap menggaruk barang di rumah, khususnya sofa. Hal itu terjadi karena permukaan sofa memiliki tekstur kain yang nyaman untuk dicakar. Selain itu, sofa biasanya menjadi tempat berkumpulnya anggota keluarga, sehingga menjadi lokasi yang strategis bagi kucing untuk meninggalkan tanda visual maupun aroma. Selain itu, tempat scratching yang terlalu pendek, kurang kokoh, atau diletakkan di sudut ruang yang memang jarang dilalui kucing membuat kucing kurang tertarik menggunakannya. 

Cara mengatasi kebiasaan kucing yang suka menggaruk

Karena menggaruk merupakan perilaku alami kucing, solusi terbaik yang bisa dilakukan bukan menghilangkan kebiasaan menggaruknya, tetapi mengarahkan kebiasaan tersebut agar dilakukan di tempat yang lebih sesuai. Beberapa hal yang bisa dilakukan pawrents, seperti:

  1. Menyediakan tempat khusus scratching atau cat tree yang kokoh. 
  2. Memilih tempat scracthing dengan tinggi yang dapat digunakan kucing untuk meregangkan tubuhnya
  3. Meletakan tempat scratching di area yang sering dilalui kucing
  4. Menghindari memberi hukuman fisik kepada kucing yang dapat membuatnya stress

Dengan pendekatan yang tepat, kebanyakan kucing dapat belajar mengalihkan kebiasaan menggaruknya ke tempat yang lebih sesuai. 

Kesimpulan: Menggaruk bukan kebiasaan buruk, melainkan kebutuhan alami

Menggaruk merupakan bagian penting dari kehidupan seekor kucing yang membuatnya merasa lebih nyaman. Daripada berusaha menghentikan kebiasaan kucing menggaruk, lebih baik menyediakan tempat menggaruk yang sesuai agar furnitur di rumah tetap terjaga dan kucing menjadi lebih bahagia.

A selective focus shot of a domesticated Bengal cat sleeping on a smooth surface

Melihat kucing tidur sepanjang hari mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi pawrents. Ketika kucing baru bangun tidur untuk makan atau bermain, tidak lama kemudian mereka kembali tidur di cat tree, sofa, kasur, atau bahkan di dalam kardus favoritnya. Hal ini terkadang membuat kita berpikir apakah kucing memang tidur sebanyak itu? Atau sebenarnya kucing sedang mengalami masalah kesehatan?

Tidur dalam waktu yang lama merupakan hal yang normal bagi sebagian besar kucing. Namun, ada beberapa kondisi yang tetap perlu diwaspadai oleh pawrents. Yuk, kenali fakta menarik di balik kebiasaan kucing yang suka tidur.

Berapa lama kucing tidur dalam sehari?

Menurut referensi kedokteran hewan, kucing dewasa umumnya tidur sekitar 12-16 jam per hari. Sedangkan untuk anak kucing (kitten) atau kucing usia senior, mereka dapat tidur hingga 18–20 jam per hari. Lama waktu tidur kucing bisa berbeda-beda tergantung pada usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, dan lingkungannya. Namun, bukan berarti kucing tidur tanpa henti selama belasan jam. 

Kucing memiliki pola tidur yang berbeda dengan manusia, di mana mereka akan tidur dalam beberapa sesi pendek sepanjang hari. Pola tidur ini disebut polyphasic dengan ritme sirkadian. Jadi, ketika kucing terbangun dari tidurnya, mereka akan makan, bermain, membersihkan tubuh, atau mengamati lingkungannya dan kemudian akan kembali melanjutkan tidurnya. Karena itulah, kucing jadi terlihat seperti tidur terus, padahal sebenarnya kucing hanya memiliki waktu istirahat yang terbagi menjadi beberapa sesi dalam satu hari.

Kenapa kucing tidur lebih lama dibandingkan dengan manusia?

Kucing tidur lebih lama bukan berarti kucing malas. Sebagai predator, kucing berevolusi untuk menghemat energi. Kucing memiliki naluri sebagai hewan di alam liar yang membutuhkan tenaga besar untuk berburu mangsa. Walaupun sekarang banyak kucing peliharaan yang tidak lagi berburu untuk mendapatkan makanan, naluri tersebut masih mereka miliki. Oleh karena itu, setelah kucing bermain dengan sangat aktif selama beberapa menit, mereka biasanya akan kembali tidur.

Kucing lebih aktif saat fajar dan senja

Pernahkah pawrents merasa bahwa kucing sangat aktif ketika pagi-pagi sekali atau menjelang malam? Hal tersebut terjadi karena kucing termasuk hewan crepuscular, yaitu hewan yang secara alami lebih aktif saat fajar dan senja. Nenek moyang kucing gemar berburu pada waktu tersebut karena banyak hewan kecil seperti tikus dan burung yang sedang aktif, sehingga meningkatkan peluang mendapatkan mangsa. Selain itu, berburu pada jam tersebut juga membantu menghindari suhu yang lebih panas di siang hari. Oleh karena itu, banyak kucing yang masih melekat pada ritme biologis tersebut, bermain pada pagi atau sore hari dan menghabiskan sebagian besar waktu siang untuk beristirahat.

Kapan tidur berlebihan perlu diwaspadai?

Meskipun tidur lama pada kucing merupakan hal yang normal, perubahan pada kebiasaan tidur kucing juga perlu diwaspadai. Segera konsultasikan kucingmu ke dokter hewan apabila kucing yang biasanya aktif tiba-tiba:

  1. Kehilangan nafsu makan
  2. Tidur jauh lebih lama dari biasanya
  3. Tampak lemas dan tidak tertarik bermain
  4. Mengalami penurunan berat badan
  5. Menunjukkan perubahan perilaku lainnya

Perubahan pola tidur yang disertai gejala lain dapat mengindikasikan bahwa kucing tidak baik-baik saja. Segera bawa kucingmu ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kesimpulan: Kucing yang tidur lama belum tentu berarti kucing malas

Melihat kucing tidur sepanjang hari mungkin membuat banyak orang berpikir bahwa kucing malas. Padahal, tidur merupakan bagian alami dari kehidupan kucing untuk membantu mereka menghemat energi, menjaga kondisi tubuh, dan mendukung proses pemulihan. Selama kucing masih aktif bermain, memiliki nafsu makan, dan tidak menunjukkan perilaku yang mencolok, kebiasaan tidur panjang umumnya masih tergolong normal. Yang terpenting, pahami pola tidur normal kucing untuk memudahkanmu memastikan kesehatan kucing jika suatu hari terjadi perubahan pada perilakunya.

A closeup of two cute kittens lying on the floor with a blurry background

Pernahkah pawrents mendengar anggapan bahwa 1 tahun usia kucing sama dengan 7 tahun usia manusia? Banyak pawrents yang sudah lama memelihara kucing mungkin penasaran berapa usia kucing sebenarnya dalam usia manusia. 

Kucing memang menua lebih cepat dibandingkan manusia, tetapi prosesnya tidak berlangsung secara linier. Semakin dewasa, laju penuaan kucing akan menjadi lebih stabil dibandingkan dengan usia awal mereka. 

Lalu, bagaimana cara menghitung usia kucing yang cukup mendekati kondisi biologisnya? Yuk, pahami bersama.

Cara menghitung usia kucing dalam usia manusia

Meskipun tidak ada rumus baku untuk menghitung usia kucing, secara umum, dokter hewan menggunakan tahapan perkembangan biologis kucing sebagai acuan. 

Pada tahun pertama kucing lahir, perkembangan kucing berlangsung sangat cepat. Kucing berusia 1 tahun diperkirakan setara dengan remaja berusia 15 tahun, karena pada usia ini mereka umumnya sedang mencapai kematangan fisik dan reproduksi. Saat kucing memasuki usia 2 tahun, perkembangan kucing mulai melambat. Kucing berusia 2 tahun diperkirakan setara dengan manusia berusia sekitar 24 tahun. 

Setelah melewati usia 2 tahun, pertambahan usia kucing biasanya lebih stabil. Banyak panduan yang menggunakan pendekatan bahwa setiap 1 tahun tambahan usia kucing diperkirakan setara dengan 4 tahun usia manusia. Sebagai contoh, kucing berusia 3 tahun diperkirakan setara dengan manusia berusia 28 tahun, sedangkan kucing berusia 5 tahun diperkirakan setara dengan manusia berusia 36 tahun. 

Perlu diingat bahwa perhitungan tersebut hanyalah perkiraan untuk membantu memahami tahapan kehidupan kucing, bukan perhitungan yang sifatnya mutlak. 

Tahapan perkembangan kehidupan kucing

Selain mengetahui konversi usia kucing ke dalam usia manusia, memahami tahapan kehidupan kucing juga penting agar pawrents dapat memberikan perawatan yang sesuai.

  1. Anak kucing (0-1 Tahun)

Pada fase ini, kucing mengalami pertumbuhan paling pesat. Perilaku seperti berburu, bermain, dan kebiasaan sehari-hari akan mulai terbentuk. 

  1. Kucing remaja (1-6 Tahun)

Usia ini adalah usia di mana kucing berada dalam kondisi fisik yang paling prima. Kucing cenderung sangat aktif dan memiliki energi yang tinggi. Kucing mulai menunjukkan kepribadian yang lebih stabil. Sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, jaga berat badan ideal, dan aktivitas fisik yang cukup untuk menunjang perkembangannya.

  1. Kucing dewasa (7-10 Tahun)

Memasuki usia dewasa, metabolisme kucing mulai turut berubah. Sebagian kucing mungkin menjadi lebih tenang dan kurang aktif dibandingkan sebelumnya. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala untuk mendeteksi penyakit sejak dini. 

  1. Kucing senior (lebih dari 10 Tahun)

Kucing senior memerlukan perhatian lebih terhadap kesehatannya. Menurut pedoman American Animal Hospital Association (AAHA) dan American Association of Feline Practitioners (AAFP), dokter hewan sangat memperhatikan kemungkinan munculnya penyakit ginjal, gangguan sendi, hipertiroidisme, perubahan perilaku, hingga penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran. Tidak semua perubahan tersebut pasti terjadi, tetapi semakin bertambah usia, risikonya akan meningkat. 

Apakah semua kucing menua dengan kecepatan yang sama?

Setiap kucing memiliki proses penuaan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, berat badan, aktivitas fisik, lingkungan tempat tinggal, riwayat penyakit, serta pemeriksaan kesehatan yang rutin. Oleh karena itu, usia biologis dan kondisi kesehatan setiap kucing akan berbeda meskipun usianya sama.

Kesimpulan: Mengetahui usia kucing membantu memberikan perawatan yang tepat

Mengetahui usia kucing bukan hanya untuk menjawab rasa penasaran pawrents, tetapi informasi ini juga dapat membantu pawrents dalam menyesuaikan perawatan yang sesuai dengan tahapan kehidupannya, seperti menentukan frekuensi pemeriksaan kesehatan, memilih nutrisi yang sesuai, memahami perubahan perilaku yang tergolong normal, dan mengenali tanda-tanda penuaan lebih dini. Dengan begitu, kucing akan tetap sehat dan nyaman di setiap tahap kehidupannya.

View All