
Bagi pawrents yang memelihara kucing di rumah, pasti sudah tidak asing lagi dengan kebiasaan kucing yang suka menggaruk barang di rumah. Apalagi ketika kita baru membeli sofa atau kursi baru, tidak lama kemudian sudah muncul bekas cakaran kucing. Banyak pawrents yang mungkin menganggap kebiasaan ini sebagai perilaku nakal. Padahal, menggaruk atau scratching merupakan salah satu perilaku alami yang penting bagi kucing.
Alih-alih mencoba menghentikannya, memahami alasan di balik perilaku ini dapat menjadi langkah bagi pawrents untuk menemukan solusi yang tepat. Lalu, kenapa kucing suka menggaruk barang di rumah? Mari kita ketahui alasan di baliknya.
Mengapa kucing suka menggaruk?
Menggaruk merupakan bagian dari perilaku normal yang dimiliki semua kucing, baik kucing indoor maupun outdoor. Menggaruk dilakukan kucing dengan berbagai alasan, seperti:
- Membantu merawat kuku
Ketika kucing menggaruk permukaan tertentu, lapisan luar kuku yang sudah tua akan terlepas sehingga kuku baru yang berada di bawahnya tetap dalam kondisi baik.
- Meregangkan otot dan tubuh
Pawrents pasti pernah melihat kucing menggaruk sambil meregangkan tubuhnya. Hal tersebut mereka lakukan untuk meregangkan otot bahu, kaki depan, punggung, hingga tulang belakang. Aktivitas ini banyak dilakukan setelah bangun tidur atau beristirahat cukup lama untuk membantu mereka menjaga kelenturan tubuh.
- Menandai wilayah dengan aroma dan bekas cakaran
Selain meninggalkan bekas cakaran, telapak kaki kucing juga memiliki kelenjar yang menghasilkan aroma (pheromone). Ketika menggaruk, kucing meninggalkan dua jenis “pesan” sekaligus, yaitu bekas cakaran yang dapat dilihat dan aroma yang hanya dapat dikenali oleh kucing lain. Perilaku ini merupakan salah satu bentuk komunikasi alami kucing untuk menandai area yang mereka anggap bagian dari teritorinya.
- Membantu mengurangi stress
Menggaruk juga dapat menjadi salah satu cara kucing mengekspresikan emosi. Ketika mereka menghadapi perubahan lingkungan, kedatangan hewan baru, atau berada dalam situasi yang tidak nyaman, sebagian kucing sering melakukan scratching. Perilaku ini membantu kucing merasa lebih aman di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, apabila frekuensi menggaruk kucing tiba-tiba meningkat, pawrents juga perlu memperhatikan apakah ada perubahan yang sedang dialami kucing.
Kenapa barang di rumah jadi sasaran kucing?
Terkadang pawrents sudah menyediakan tempat khusus scratching, namun kucing masih tetap menggaruk barang di rumah, khususnya sofa. Hal itu terjadi karena permukaan sofa memiliki tekstur kain yang nyaman untuk dicakar. Selain itu, sofa biasanya menjadi tempat berkumpulnya anggota keluarga, sehingga menjadi lokasi yang strategis bagi kucing untuk meninggalkan tanda visual maupun aroma. Selain itu, tempat scratching yang terlalu pendek, kurang kokoh, atau diletakkan di sudut ruang yang memang jarang dilalui kucing membuat kucing kurang tertarik menggunakannya.
Cara mengatasi kebiasaan kucing yang suka menggaruk
Karena menggaruk merupakan perilaku alami kucing, solusi terbaik yang bisa dilakukan bukan menghilangkan kebiasaan menggaruknya, tetapi mengarahkan kebiasaan tersebut agar dilakukan di tempat yang lebih sesuai. Beberapa hal yang bisa dilakukan pawrents, seperti:
- Menyediakan tempat khusus scratching atau cat tree yang kokoh.
- Memilih tempat scracthing dengan tinggi yang dapat digunakan kucing untuk meregangkan tubuhnya
- Meletakan tempat scratching di area yang sering dilalui kucing
- Menghindari memberi hukuman fisik kepada kucing yang dapat membuatnya stress
Dengan pendekatan yang tepat, kebanyakan kucing dapat belajar mengalihkan kebiasaan menggaruknya ke tempat yang lebih sesuai.

Kesimpulan: Menggaruk bukan kebiasaan buruk, melainkan kebutuhan alami
Menggaruk merupakan bagian penting dari kehidupan seekor kucing yang membuatnya merasa lebih nyaman. Daripada berusaha menghentikan kebiasaan kucing menggaruk, lebih baik menyediakan tempat menggaruk yang sesuai agar furnitur di rumah tetap terjaga dan kucing menjadi lebih bahagia.

