Must Have

Rp1.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.800.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp3.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.900.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp839.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.790.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.590.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

View All

Blog News

A selective focus shot of a brown and white cat sitting on a ground in front of a wall and looking ahead

Pernahkah pawrents melihat kucing berdiri menghadap ke dinding atau furnitur dan menyemprotkan sedikit urine sambil mengangkat ekornya? Sekilas perilaku ini terlihat seperti kucing buang air kecil sembarangan. Padahal, buang air kecil dan spraying adalah dua hal yang berbeda. Lalu, bagaimana cara membedakan spraying dengan buang air kecil biasa? Mari kita kenali lebih dalam.


Apa itu spraying pada kucing?

Spraying atauurine marking adalah perilaku ketika kucing menyemprotkan sedikit urine ke suatu permukaan sebagai bentuk komunikasi kucing melalui aroma. Ketika kucing spraying, kucing umumnya akan:

  1. Berdiri menghadap permukaan vertikal
  2. Mengangkat ekor ke atas dan terkadang disertai getaran pada ujung ekor
  3. Menyemprotkan sedikit urine ke dinding, pintu, furnitur, atau benda lainnya.

Jumlah urine yang dikeluarkan saat spraying umumnya lebih sedikit dibandingkan saat buang air kecil karena tujuan utamanya adalah meninggalkan aroma. 

Apa bedanya spraying dan buang air kecil biasa?

Sebagian pawrents mungkin menganggap keduanya sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. Spraying dilakukan dengan posisi berdiri, sedangkan buang air kecil dilakukan dengan posisi jongkok. Saat spraying, urine disemprotkan ke permukaan vertikal, sedangkan buang air kecil dikeluarkan di permukaan datar atau litter box. Jumlah urine yang dikeluarkan saat spraying juga lebih sedikit dibandingkan dengan buang air kecil. Spraying bertujuan untuk menandai wilayah atau berkomunikasi, sedangkan buang air kecil bertujuan untuk mengosongkan kandung kemih kucing.

Lalu, kenapa kucing melakukan spraying?

Banyak pawrents menganggap spraying sebagai perilaku nakal. Padahal, spraying merupakan perilaku alami kucing yang muncul bukan tanpa alasan. Berikut beberapa penyebab yang paling umum terjadi:

  1. Menandai wilayah

Urine kucing mengandung zat kimia yang memberikan informasi bagi kucing lain bahwa wilayah tersebut dianggap penting bagi dirinya. Perilaku ini sering terlihat pada rumah dengan beberapa ekor kucing, meskipun kucing yang hidup sendiri juga bisa melakukannya.

  1. Dipengaruhi hormon reproduksi

Spraying juga umum ditemukan pada kucing jantan maupun betina yang belum disteril. Pada masa reproduksi, perilaku ini menjadi salah satu cara kucing untuk menarik pasangan dan memberi sinyal kepada kucing lain, menurut pedoman AAFP (American Association of Feline Practitioners), dan ISFM (International Society of Feline Medicine).

  1. Perubahan lingkungan atau stres

Selain karena wilayah, penyebab spraying lainnya adalah karena kucing merasa stres dan tidak nyaman terhadap perubahan di sekitarnya, misalnya karena pindah ke rumah baru, renovasi, hadirnya anggota keluarga baru, kedatangan hewan peliharaan lain, atau perubahan rutinitas sehari-hari. Lingkungan yang tidak memenuhi kebutuhan alami kucing dapat meningkatkan stres dan memicu perubahan perilaku, termasuk spraying.

  1. Konflik dengan kucing lain

Rumah dengan lebih dari satu kucing dapat memengaruhi perilaku spraying. Persaingan antarkucing terhadap litter box, tempat makan, tempat beristirahat, atau area favorit dapat meningkatkan kecenderungan kucing melakukan spraying. Keberadaan kucing tetangga yang terlihat dari jendela juga dapat memicu sebagian kucing melakukan penyemprotan urine karena mereka menganggap itu sebagai ancaman terhadap wilayah.

  1. Adanya masalah medis

Apabila spraying terus berlanjut meskipun lingkungan sudah diperbaiki, atau muncul bersamaan dengan kondisi fisik, pemeriksaan oleh dokter hewan sangat dianjurkan. Kondisi fisik seperti gangguan saluran kemih, feline idiopathic cystitis (FIC), batu saluran kemih, atau penyakit lain juga dapat menyebabkan perilaku buang air kecil. Oleh karena itu, penanganan sedini mungkin dapat membantu mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Kesimpulan: Spraying adalah bentuk komunikasi alami kucing

Kucing yang melakukan spraying atau menyemprotkan urine merupakan perilaku alami kucing yang digunakan untuk berkomunikasi melalui aroma. Meskipun sering disalahartikan sebagai buang air kecil sembarangan, perilaku ini memiliki penyebab dan tujuan yang berbeda dari buang air kecil. Dengan mengenali lebih dalam terkait perilaku spraying, pawrents dapat menjaga kesehatan dan kesejahteraan kucingmu sekaligus menjaga kebersihan rumah.

Pernahkah pawrents bertanya-tanya kenapa kucing di rumah terus mengeong meski mangkuk makannya masih penuh? Atau mengeong setiap kali pawrents baru pulang ke rumah? Sebagian pawrents mungkin menganggap suara “meong” adalah tanda kucing sedang lapar. Padahal kucing mengeong dapat memiliki arti yang berbeda tergantung pada situasi dan kebutuhan mereka.

Lalu, apa sebenarnya yang ingin disampaikan kucing ketika terus mengeong? Mari pahami beberapa penyebabnya.

Memahami arti kucing yang mengeong dapat membantu pawrents merespons kebutuhan kucingmu, apakah sikap mereka masih tergolong normal atau menandakan adanya masalah pada kondisi tubuhnya. Berikut beberapa alasan kucing mengeong:

  1. Kucing sedang berkomunikasi dengan pawrents

Salah satu alasan paling umum kucing mengeong adalah karena mereka sedang meminta sesuatu, seperti makanan, atau ingin mengajak bermain. Menariknya, menurut penelitian yang dilakukan Nicastro (2020) mengenai feline vocal communication, kucing domestik lebih sering menggunakan suara meong untuk berkomunikasi dengan manusia dibandingkan dengan sesama kucing. Ketika berinteraksi dengan sesama kucing, mereka lebih banyak mengandalkan bahasa tubuh, aroma, dan ekspresi dibandingkan dengan meong. Ketika kucingmu mengeong kepadamu, besar kemungkinan mereka memang sedang mencoba menyampaikan sesuatu.

  1. Menyambut atau mencari perhatian pawrents

Selain kucing mengeong untuk meminta sesuatu, kucing juga mengeong saat pawrents pulang ke rumah sebagai bentuk sapaan atau untuk mengajak berinteraksi. Sebagian kucing memiliki sifat yang lebih vokal. Ketika mereka mengeong dan mendapatkan respons dari pawrents, kucing jadi memahami bahwa mengeong bisa menjadi cara yang efektif untuk mendapatkan perhatian. 

  1. Merasa tidak nyaman atau stress

Kucing mengeong juga dapat menandakan mereka sedang cemas, takut, atau tidak nyaman terhadap situasi di sekitarnya, misalnya  ketika mereka berada di lingkungan baru, terpisah dari pemiliknya, atau mengalami situasi yang membuatnya stres. Pawrents relatif lebih mudah mengenali perubahan suara meong, apakah nada meongnya positif atau negatif. Artinya, perubahan nada meong bisa menjadi petunjuk bahwa kucing sedang mengalami emosi tertentu dan membutuhkan perhatian lebih.

  1. Memasuki masa birahi

Kucing yang belum disteril dapat menjadi jauh lebih vokal ketika memasuki masa birahi. Suara meong kucing birahi biasanya terdengar lebih panjang, lebih keras, dan berulang-ulang. Perubahan ini merupakan bagian dari perilaku reproduksi kucing yang normal bagi mereka. 

  1. Ada perubahan pada kondisi tubuh kucing

Kucing yang biasanya diam dan berubah menjadi sangat vokal dapat menandakan terjadi perubahan pada kondisi tubuhnya. Ketika mengeong disertai dengan perubahan perilaku lain, seperti tidak mau makan, lemas dan lesu, muntah, atau bersembunyi terus-menerus, dapat menjadi tanda bahwa kucing sedang merasa tidak nyaman. Jika kondisi ini terjadi, segera lakukan pemeriksaan oleh dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Kesimpulan

Kucing yang terus mengeong dapat menjadi salah satu cara utama mereka berkomunikasi dengan manusia. Suara kucing mengeong dapat menunjukkan berbagai kebutuhan, mulai dari meminta sesuatu, berinteraksi dengan pawrents, hingga mengungkapkan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, memahami konteks dan karakter masing-masing kucing menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar menebak hanya dari suaranya. Dengan begitu, pawrents dapat merespons kebutuhan kucing dengan lebih tepat dan membangun hubungan yang semakin erat dengan mereka.

Memilih pasir kucing mungkin terlihat sederhana bagi sebagian pawrents. Namun, bagi kucing, pasir dalam litter box adalah salah satu kebutuhan penting dalam keseharian mereka.

Kucing adalah hewan yang sangat memperhatikan kebersihan. Mereka memiliki preferensi terhadap aroma, tekstur, dan rasa nyaman saat menggunakan litter box. Karena itu, memilih pasir kucing yang tepat bukan hanya tentang memastikan rumah tetap bersih, tetapi juga memastikan kucing merasa nyaman saat menggunakannya.

Mengapa memilih pasir kucing yang tepat itu penting?

Bagi manusia, pasir kucing mungkin hanya terlihat sebagai tempat untuk membuang kotoran. Padahal, litter box adalah ruang pribadi yang digunakan kucing setiap hari.

Pasir yang tidak sesuai dapat membuat kucing tidak nyaman, bahkan membuat kucing menolak untuk buang kotoran di litter box. Akhirnya kucing membuang kotoran sembarangan. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih pasir kucing

  1. Kenyamanan untuk Kaki Kucing
    Kaki kucing memiliki bantalan yang sensitif. Tekstur pasir yang terlalu kasar dapat membuat kaki kucing tidak nyaman saat menggunakan litter box
  2. Daya Serap yang Baik
    Pasir dengan daya serap tinggi dapat membantu litter box tetap higienis dan kering. Kucing dapat merasa lebih nyaman saat kembali menggunakan litter box-nya. Selain itu, daya serap tinggi dapat mempermudah proses pembersihan litter box.
  3. Kontrol Bau
    Kualitas pasir yang bagus dapat membuat litter box minim bau sehingga lingkungan rumah menjadi lebih nyaman, baik untuk pawrents maupun kucingmu. 
  4. Tingkat Debu
    Pasir yang menghasilkan banyak debu dapat mengganggu kesehatan anabul, khususnya pernapasan mereka. Selain itu, terlalu berdebu juga membuat area di sekitar litter box menjadi kotor. Sehingga penting untuk memilih pasir kucing dengan tingkat debu yang rendah.

Mari kenali jenis-jenisnya

Karakteristik Berbagai Pasir Kucing

Saat ini, banyak jenis pasir kucing yang tersedia di pasaran. Setiap pasir memiliki karakteristik masing-masing. Lalu, bagaimana cara memilih pasir kucing yang paling tepat untuk kucingmu?

Setiap pasir kucing memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut beberapa jenis pasir kucing yang umum digunakan. 

  1. Bentonite Cat Litter
    Bentonite adalah salah satu jenis pasir kucing yang paling banyak digunakan oleh pawrents. Pasir ini terbuat dari bahan tanah liat bentonite alami. Tekstur pasir bentonite umumnya cukup halus, mudah dibersihkan dan banyak tersedia di pasaran. Namun, beberapa jenis bentonite memiliki tingkat debu yang lebih tinggi.
  2. Silica Cat Litter
    Silica atau crystal cat litter adalah jenis pasir kucing yang terbuat dari silica gel. Meskipun disebut gel, bentuk dan teksturnya menyerupai kristal. Pasir ini ringan dan memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap cairan. Namun, karena bentuknya seperti kristal, tekstur ini dapat membuat kaki kucing kurang nyaman dan mungkin tidak cocok untuk semua kucing, sehingga memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan jenis pasir ini.
  3. Tofu Cat Litter
    Tofu cat litter adalah jenis pasir kucing yang terbuat dari bahan alami, yaitu ampas tahu. Tofu cat litter banyak menjadi pilihan pawrents karena bahannya yang alami dan aman untuk kucing. Tofu cat litter ini memiliki tekstur lembut, ringan, dan daya serap yang baik, sehingga gumpalannya pun tidak mudah hancur. Tofu cat litter banyak menjadi pilihan pawrents untuk memberi kenyamanan bagi kucing mereka. 
  4. Cassava Cat Litter
    Selain tofu cat litter, cassava cat litter juga menjadi salah satu alternatif pasir berbahan alami. Cassava cat litter terbuat dari singkong yang diproses menjadi butiran pasir halus. Dalam beberapa tahun terakhir, cassava cat litter menjadi populer di kalangan pawrents karena keunggulan yang dimilikinya. Cassava cat litter memiliki daya serap cairan yang tinggi dan menggumpal dengan sangat kuat sehingga tidak mudah hancur. Selain itu, pasir ini juga minim debu sehingga nyaman bagi kucing. 

Kesimpulan: Pasir kucing terbaik adalah pasir yang membuat kucing nyaman

Memilih pasir kucing yang bagus bukan sekadar tentang mencari produk yang paling murah dan mengabaikan kualitas pasirnya. Yang terpenting adalah bagaimana kucing merasa nyaman saat buang kotoran di litter box. Mulai dari tekstur, bahan, daya serap pasir, hingga kemudahan perawatannya. Setiap detail dapat memberikan pengalaman yang lebih baik untuk kucing. 

Bagi pawrents yang ingin mencoba pilihan pasir berbahan natural, tofu cat litter dan cassava cat litter dapat menjadi alternatif untuk menciptakan pengalaman nyaman bagi kucing ketika menggunakan litter box.

Karena setiap kucing berhak mendapatkan tempat yang nyaman. 

View All