Must Have

Rp2.800.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp3.300.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.900.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp839.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.790.000
Select options This product has multiple variants. The options may be chosen on the product page
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp1.590.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

Rp2.660.000
Added to Wishlist

See your favorite product on Wishlist

View All

Blog News

A selective focus shot of a domesticated Bengal cat sleeping on a smooth surface

Melihat kucing tidur sepanjang hari mungkin sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi pawrents. Ketika kucing baru bangun tidur untuk makan atau bermain, tidak lama kemudian mereka kembali tidur di cat tree, sofa, kasur, atau bahkan di dalam kardus favoritnya. Hal ini terkadang membuat kita berpikir apakah kucing memang tidur sebanyak itu? Atau sebenarnya kucing sedang mengalami masalah kesehatan?

Tidur dalam waktu yang lama merupakan hal yang normal bagi sebagian besar kucing. Namun, ada beberapa kondisi yang tetap perlu diwaspadai oleh pawrents. Yuk, kenali fakta menarik di balik kebiasaan kucing yang suka tidur.

Berapa lama kucing tidur dalam sehari?

Menurut referensi kedokteran hewan, kucing dewasa umumnya tidur sekitar 12-16 jam per hari. Sedangkan untuk anak kucing (kitten) atau kucing usia senior, mereka dapat tidur hingga 18–20 jam per hari. Lama waktu tidur kucing bisa berbeda-beda tergantung pada usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, dan lingkungannya. Namun, bukan berarti kucing tidur tanpa henti selama belasan jam. 

Kucing memiliki pola tidur yang berbeda dengan manusia, di mana mereka akan tidur dalam beberapa sesi pendek sepanjang hari. Pola tidur ini disebut polyphasic dengan ritme sirkadian. Jadi, ketika kucing terbangun dari tidurnya, mereka akan makan, bermain, membersihkan tubuh, atau mengamati lingkungannya dan kemudian akan kembali melanjutkan tidurnya. Karena itulah, kucing jadi terlihat seperti tidur terus, padahal sebenarnya kucing hanya memiliki waktu istirahat yang terbagi menjadi beberapa sesi dalam satu hari.

Kenapa kucing tidur lebih lama dibandingkan dengan manusia?

Kucing tidur lebih lama bukan berarti kucing malas. Sebagai predator, kucing berevolusi untuk menghemat energi. Kucing memiliki naluri sebagai hewan di alam liar yang membutuhkan tenaga besar untuk berburu mangsa. Walaupun sekarang banyak kucing peliharaan yang tidak lagi berburu untuk mendapatkan makanan, naluri tersebut masih mereka miliki. Oleh karena itu, setelah kucing bermain dengan sangat aktif selama beberapa menit, mereka biasanya akan kembali tidur.

Kucing lebih aktif saat fajar dan senja

Pernahkah pawrents merasa bahwa kucing sangat aktif ketika pagi-pagi sekali atau menjelang malam? Hal tersebut terjadi karena kucing termasuk hewan crepuscular, yaitu hewan yang secara alami lebih aktif saat fajar dan senja. Nenek moyang kucing gemar berburu pada waktu tersebut karena banyak hewan kecil seperti tikus dan burung yang sedang aktif, sehingga meningkatkan peluang mendapatkan mangsa. Selain itu, berburu pada jam tersebut juga membantu menghindari suhu yang lebih panas di siang hari. Oleh karena itu, banyak kucing yang masih melekat pada ritme biologis tersebut, bermain pada pagi atau sore hari dan menghabiskan sebagian besar waktu siang untuk beristirahat.

Kapan tidur berlebihan perlu diwaspadai?

Meskipun tidur lama pada kucing merupakan hal yang normal, perubahan pada kebiasaan tidur kucing juga perlu diwaspadai. Segera konsultasikan kucingmu ke dokter hewan apabila kucing yang biasanya aktif tiba-tiba:

  1. Kehilangan nafsu makan
  2. Tidur jauh lebih lama dari biasanya
  3. Tampak lemas dan tidak tertarik bermain
  4. Mengalami penurunan berat badan
  5. Menunjukkan perubahan perilaku lainnya

Perubahan pola tidur yang disertai gejala lain dapat mengindikasikan bahwa kucing tidak baik-baik saja. Segera bawa kucingmu ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kesimpulan: Kucing yang tidur lama belum tentu berarti kucing malas

Melihat kucing tidur sepanjang hari mungkin membuat banyak orang berpikir bahwa kucing malas. Padahal, tidur merupakan bagian alami dari kehidupan kucing untuk membantu mereka menghemat energi, menjaga kondisi tubuh, dan mendukung proses pemulihan. Selama kucing masih aktif bermain, memiliki nafsu makan, dan tidak menunjukkan perilaku yang mencolok, kebiasaan tidur panjang umumnya masih tergolong normal. Yang terpenting, pahami pola tidur normal kucing untuk memudahkanmu memastikan kesehatan kucing jika suatu hari terjadi perubahan pada perilakunya.

A closeup of two cute kittens lying on the floor with a blurry background

Pernahkah pawrents mendengar anggapan bahwa 1 tahun usia kucing sama dengan 7 tahun usia manusia? Banyak pawrents yang sudah lama memelihara kucing mungkin penasaran berapa usia kucing sebenarnya dalam usia manusia. 

Kucing memang menua lebih cepat dibandingkan manusia, tetapi prosesnya tidak berlangsung secara linier. Semakin dewasa, laju penuaan kucing akan menjadi lebih stabil dibandingkan dengan usia awal mereka. 

Lalu, bagaimana cara menghitung usia kucing yang cukup mendekati kondisi biologisnya? Yuk, pahami bersama.

Cara menghitung usia kucing dalam usia manusia

Meskipun tidak ada rumus baku untuk menghitung usia kucing, secara umum, dokter hewan menggunakan tahapan perkembangan biologis kucing sebagai acuan. 

Pada tahun pertama kucing lahir, perkembangan kucing berlangsung sangat cepat. Kucing berusia 1 tahun diperkirakan setara dengan remaja berusia 15 tahun, karena pada usia ini mereka umumnya sedang mencapai kematangan fisik dan reproduksi. Saat kucing memasuki usia 2 tahun, perkembangan kucing mulai melambat. Kucing berusia 2 tahun diperkirakan setara dengan manusia berusia sekitar 24 tahun. 

Setelah melewati usia 2 tahun, pertambahan usia kucing biasanya lebih stabil. Banyak panduan yang menggunakan pendekatan bahwa setiap 1 tahun tambahan usia kucing diperkirakan setara dengan 4 tahun usia manusia. Sebagai contoh, kucing berusia 3 tahun diperkirakan setara dengan manusia berusia 28 tahun, sedangkan kucing berusia 5 tahun diperkirakan setara dengan manusia berusia 36 tahun. 

Perlu diingat bahwa perhitungan tersebut hanyalah perkiraan untuk membantu memahami tahapan kehidupan kucing, bukan perhitungan yang sifatnya mutlak. 

Tahapan perkembangan kehidupan kucing

Selain mengetahui konversi usia kucing ke dalam usia manusia, memahami tahapan kehidupan kucing juga penting agar pawrents dapat memberikan perawatan yang sesuai.

  1. Anak kucing (0-1 Tahun)

Pada fase ini, kucing mengalami pertumbuhan paling pesat. Perilaku seperti berburu, bermain, dan kebiasaan sehari-hari akan mulai terbentuk. 

  1. Kucing remaja (1-6 Tahun)

Usia ini adalah usia di mana kucing berada dalam kondisi fisik yang paling prima. Kucing cenderung sangat aktif dan memiliki energi yang tinggi. Kucing mulai menunjukkan kepribadian yang lebih stabil. Sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, jaga berat badan ideal, dan aktivitas fisik yang cukup untuk menunjang perkembangannya.

  1. Kucing dewasa (7-10 Tahun)

Memasuki usia dewasa, metabolisme kucing mulai turut berubah. Sebagian kucing mungkin menjadi lebih tenang dan kurang aktif dibandingkan sebelumnya. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala untuk mendeteksi penyakit sejak dini. 

  1. Kucing senior (lebih dari 10 Tahun)

Kucing senior memerlukan perhatian lebih terhadap kesehatannya. Menurut pedoman American Animal Hospital Association (AAHA) dan American Association of Feline Practitioners (AAFP), dokter hewan sangat memperhatikan kemungkinan munculnya penyakit ginjal, gangguan sendi, hipertiroidisme, perubahan perilaku, hingga penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran. Tidak semua perubahan tersebut pasti terjadi, tetapi semakin bertambah usia, risikonya akan meningkat. 

Apakah semua kucing menua dengan kecepatan yang sama?

Setiap kucing memiliki proses penuaan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, berat badan, aktivitas fisik, lingkungan tempat tinggal, riwayat penyakit, serta pemeriksaan kesehatan yang rutin. Oleh karena itu, usia biologis dan kondisi kesehatan setiap kucing akan berbeda meskipun usianya sama.

Kesimpulan: Mengetahui usia kucing membantu memberikan perawatan yang tepat

Mengetahui usia kucing bukan hanya untuk menjawab rasa penasaran pawrents, tetapi informasi ini juga dapat membantu pawrents dalam menyesuaikan perawatan yang sesuai dengan tahapan kehidupannya, seperti menentukan frekuensi pemeriksaan kesehatan, memilih nutrisi yang sesuai, memahami perubahan perilaku yang tergolong normal, dan mengenali tanda-tanda penuaan lebih dini. Dengan begitu, kucing akan tetap sehat dan nyaman di setiap tahap kehidupannya.

A selective focus shot of a brown and white cat sitting on a ground in front of a wall and looking ahead

Pernahkah pawrents melihat kucing berdiri menghadap ke dinding atau furnitur dan menyemprotkan sedikit urine sambil mengangkat ekornya? Sekilas perilaku ini terlihat seperti kucing buang air kecil sembarangan. Padahal, buang air kecil dan spraying adalah dua hal yang berbeda. Lalu, bagaimana cara membedakan spraying dengan buang air kecil biasa? Mari kita kenali lebih dalam.


Apa itu spraying pada kucing?

Spraying atauurine marking adalah perilaku ketika kucing menyemprotkan sedikit urine ke suatu permukaan sebagai bentuk komunikasi kucing melalui aroma. Ketika kucing spraying, kucing umumnya akan:

  1. Berdiri menghadap permukaan vertikal
  2. Mengangkat ekor ke atas dan terkadang disertai getaran pada ujung ekor
  3. Menyemprotkan sedikit urine ke dinding, pintu, furnitur, atau benda lainnya.

Jumlah urine yang dikeluarkan saat spraying umumnya lebih sedikit dibandingkan saat buang air kecil karena tujuan utamanya adalah meninggalkan aroma. 

Apa bedanya spraying dan buang air kecil biasa?

Sebagian pawrents mungkin menganggap keduanya sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. Spraying dilakukan dengan posisi berdiri, sedangkan buang air kecil dilakukan dengan posisi jongkok. Saat spraying, urine disemprotkan ke permukaan vertikal, sedangkan buang air kecil dikeluarkan di permukaan datar atau litter box. Jumlah urine yang dikeluarkan saat spraying juga lebih sedikit dibandingkan dengan buang air kecil. Spraying bertujuan untuk menandai wilayah atau berkomunikasi, sedangkan buang air kecil bertujuan untuk mengosongkan kandung kemih kucing.

Lalu, kenapa kucing melakukan spraying?

Banyak pawrents menganggap spraying sebagai perilaku nakal. Padahal, spraying merupakan perilaku alami kucing yang muncul bukan tanpa alasan. Berikut beberapa penyebab yang paling umum terjadi:

  1. Menandai wilayah

Urine kucing mengandung zat kimia yang memberikan informasi bagi kucing lain bahwa wilayah tersebut dianggap penting bagi dirinya. Perilaku ini sering terlihat pada rumah dengan beberapa ekor kucing, meskipun kucing yang hidup sendiri juga bisa melakukannya.

  1. Dipengaruhi hormon reproduksi

Spraying juga umum ditemukan pada kucing jantan maupun betina yang belum disteril. Pada masa reproduksi, perilaku ini menjadi salah satu cara kucing untuk menarik pasangan dan memberi sinyal kepada kucing lain, menurut pedoman AAFP (American Association of Feline Practitioners), dan ISFM (International Society of Feline Medicine).

  1. Perubahan lingkungan atau stres

Selain karena wilayah, penyebab spraying lainnya adalah karena kucing merasa stres dan tidak nyaman terhadap perubahan di sekitarnya, misalnya karena pindah ke rumah baru, renovasi, hadirnya anggota keluarga baru, kedatangan hewan peliharaan lain, atau perubahan rutinitas sehari-hari. Lingkungan yang tidak memenuhi kebutuhan alami kucing dapat meningkatkan stres dan memicu perubahan perilaku, termasuk spraying.

  1. Konflik dengan kucing lain

Rumah dengan lebih dari satu kucing dapat memengaruhi perilaku spraying. Persaingan antarkucing terhadap litter box, tempat makan, tempat beristirahat, atau area favorit dapat meningkatkan kecenderungan kucing melakukan spraying. Keberadaan kucing tetangga yang terlihat dari jendela juga dapat memicu sebagian kucing melakukan penyemprotan urine karena mereka menganggap itu sebagai ancaman terhadap wilayah.

  1. Adanya masalah medis

Apabila spraying terus berlanjut meskipun lingkungan sudah diperbaiki, atau muncul bersamaan dengan kondisi fisik, pemeriksaan oleh dokter hewan sangat dianjurkan. Kondisi fisik seperti gangguan saluran kemih, feline idiopathic cystitis (FIC), batu saluran kemih, atau penyakit lain juga dapat menyebabkan perilaku buang air kecil. Oleh karena itu, penanganan sedini mungkin dapat membantu mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Kesimpulan: Spraying adalah bentuk komunikasi alami kucing

Kucing yang melakukan spraying atau menyemprotkan urine merupakan perilaku alami kucing yang digunakan untuk berkomunikasi melalui aroma. Meskipun sering disalahartikan sebagai buang air kecil sembarangan, perilaku ini memiliki penyebab dan tujuan yang berbeda dari buang air kecil. Dengan mengenali lebih dalam terkait perilaku spraying, pawrents dapat menjaga kesehatan dan kesejahteraan kucingmu sekaligus menjaga kebersihan rumah.

View All